Menetasnya telur ikan mas hanyalah awal dari perjuangan. Periode transisi dari penyerapan kantung telur menuju pakan luar adalah masa paling genting dalam siklus pembenihan.
Kantung Telur (Yolk Sac) Sebagai Bekal Awal
Larva yang baru menetas membawa cadangan makanan berupa kantung kuning telur yang bertahan selama 2 hingga 3 hari. Pada fase ini, kolam tidak perlu diberi pakan apapun agar air tidak terkontaminasi.
Transisi Pakan Alami
- Mulai hari ke-3, berikan suspensi kuning telur rebus yang disaring kain halus.
- Hari ke-5 hingga ke-10, beralih ke kultur rotifera atau kutu air halus (moina).
- Hari ke-11 ke atas, mulai perkenalkan cacing sutra cacah dan pelet serbuk.
Peran Kakaban dalam Pemijahan
Kakaban adalah media tempat menempelnya telur ikan mas setelah dipijahkan. Kakaban umumnya dibuat dari ijuk yang dijepit di antara dua bilah bambu. Sebelum digunakan, kakaban harus dicuci bersih dan direndam air agar tidak membawa kotoran atau bibit penyakit ke dalam kolam pemijahan.
Setelah induk memijah, telur-telur yang menempel pada kakaban dipindahkan ke kolam penetasan. Pemindahan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar telur tidak rusak. Telur yang sehat berwarna bening kekuningan, sedangkan telur yang putih keruh biasanya tidak akan menetas.
Waktu Penetasan Telur Ikan Mas
- Telur menetas dalam waktu 24 sampai 48 jam tergantung suhu air.
- Suhu ideal untuk penetasan adalah 26 sampai 29 derajat Celsius.
- Air penetasan harus mengalir lembut agar telur tidak menumpuk.
- Hindari sinar matahari langsung yang berlebihan pada kolam penetasan.
Perawatan Larva Selama Masa Transisi
Setelah telur menetas, larva masih membawa cadangan makanan berupa kantung kuning telur. Selama dua sampai tiga hari pertama, larva tidak perlu diberi pakan karena masih menyerap cadangan makanan tersebut. Air kolam harus dijaga bersih dan tenang selama masa ini.
Setelah kantung kuning telur habis, larva mulai aktif mencari makan. Inilah saat paling kritis karena banyak larva yang mati bila pakan tidak tersedia tepat waktu. Berikan pakan alami halus seperti kuning telur yang disaring atau rotifera dalam jumlah kecil namun sering.
Tahapan Pemberian Pakan Larva
- Hari 1–3: belum diberi pakan, hanya menyerap kantung telur.
- Hari 3–5: suspensi kuning telur rebus yang disaring halus.
- Hari 5–10: rotifera atau kutu air halus (moina).
- Hari 10 ke atas: cacing sutra cacah dan pelet serbuk.
Menjaga Kebersihan Kolam Larva
Kolam larva harus dijaga sangat bersih karena larva sangat rentan terhadap penyakit. Sisa pakan yang mengendap akan membusuk dan menghasilkan gas beracun yang membahayakan larva. Bersihkan dasar kolam dengan hati-hati dan ganti sebagian air setiap hari selama masa pendederan awal.